Kamis, 11 Februari 2010

Jerat Birahi Bude Lina

      Setelah lulus SMA, aku disuruh orang tuaku untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Orang tuaku ingin sekali mempunyai anak yang punya titel sarjana. Tapi aku sendiri tak ingin melanjutkan kuliah di daerah tempat tinggalku, aku ingin sekali kuliah di Bandung atau Jakarta. Hitung-hitung kuliah dan cari pengalaman di luar daerah tempat tinggalku.
Orang tuaku setuju dengan ide ku untuk tinggal di Jakarta dan kuliah di sana, kebetulan ada Pakdeku yang sudah lama menetap di Jakarta. Dengan tekad dan keyakinan akan berhasil dengan membawa ijazah sarjana, aku berangkat dari terminal antar kota daerah ku.Meski merasa tak tega meninggalkan kedua orang tuaku, kucoba menguatkan niat.
      Sampai di Jakarta, hari itu sudah menjelang sore. Aku naik taksi mencari rumah Pakdeku yang begitu jauh dari terminal. Badanku serasa pegal-pegal karena selama berjam-jam duduk di bus antar kota. Baru sekali ini aku ke Jakarta, belum tahu persis arah jalan di Jakarta, untung supir taksi yang membawaku cukup berbaik hati mengantarkan sampai ke alamat yang kutuju.
Ternyata rumah Pakdeku sangat besar dengan perkarangan yang luas serta mobil yang terparkir di garasi, menandakan kesuksesan yang sudah dicapai oleh Pakdeku di Jakarta. Aku diterima dan dipersilahkan masuk oleh seorang wanita setengah baya, yang ternyata adalah pembantu rumah tangga dari Pakdeku.
     " Hebat Pakde Atmo ini, rumahnya besar dan sangat megah," aku bergumam sendiri dalam hati. Sementara pemandanganku terus berputar mengelilingi setiap sudut rumah itu. Sedang asyik melihat-lihat, aku jadi kaget ketika ada suara laki-laki memanggilku.
      " Hei, apa khabar Budi ?" 
        Aku mengalihkan pemandangan ke arah suara itu. Laki-laki itu tidak lain adalah Pakde Atmo.
      " Baik-baik aja Pakde," jawabku singkat.
      " Kamu disuruh ayahmu ?" Bagaimana khabar keluarga disana ?"
      " Baik juga Pakde, aku disuruh kuliah di Jakarta dan sementara tinggal dengan Pakde.." jawabku sambil memberikan sepucuk surat dari ayahku yang dititipkan sebelum aku berangkat. Lalu surat itu dibuka oleh Pakde Atmo dan dibacanya. Entah dari mana datangnya, seorang perempuan cantik tiba-tiba sudah ada di hadapan kami .
      " Siapa ini ..'pa ?" tanya perempuan itu sambil melihat ke arahku.
      " Oh ini, saudara kita dari Solo, mau kuliah di Jakarta," ujar Pakde Atmo.
      " Bud, ini Budemu, istri Pakde," katanya memperkenalkan istrinya kepadaku.
        Aku agak sedikit terkejut. Soalnya, setahuku Pakde Atmo tidak menikah lagi setelah ditinggal mati oleh istrinya. Barangkali Pakde Atmo tidak sempat memberitahukan kepada kami pada saat ia menikah lagi. Dalam hati aku bergumam, tak pantas rasanya wanita ini menjadi istri Pakde Atmo. Umurnya jauh berbeda dengan umur Pakde. Dia lebih muda dan sangat cantik, pantasnya Budeku ini menjadi anak Pakde.
       " Jadi begini Ma," ujar Pakde, " Budi ini mau kuliah di sini, dan kalau bisa dan mendapat ijin dari mama, dia akan tinggal di rumah kita".
       " Itu sih terserah papa aja. Mama tentu setuju," jawab Bude Lina. Itu membuat hatiku lega.
     
      Malam itu kami saling menumpahkan kerinduan. Karena hampir lima tahun Pakde Atmo tidak pulang ke Solo karena kesibukannya di Jakarta. Singkat cerita, malam itu aku sudah menjadi bagian dari keluarga di sini, dan kebetulan Pakde ku ini tidak memiliki anak dari istri pertamanya dan juga istrinya yang sekarang. Sehingga dengan adanya aku di keluarga mereka, aku sangat diperhatikan terutama sekali oleh budeku yang muda dan cantik.
        Waktu terus bergulir dengan cepat. Tak terasa sudah hampir 6 bulan aku tinggal di rumah Pakde Atmo. Selama 6 bulan itu, aku banyak tahu tentang keadaan dan situasi di rumah Pakde Atmo.
Ternyata Pakde Atmo jarang sekali berada di rumah. Aku selalu berpikir, apa sih yang dikejar hingga Pakde Atmo menghabiskan waktu untuk kerja di kantor, tidak punya waktu dirumah, padahal harta sudah cukup dan istri pun sangat cantik menunggu di rumah.
        Selama aku tinggal di Jakarta, aku mempunyai teman dekat di kampusku, namanya Tanti, Suatu saat tanpa kuduga sebelumnya, Tanti berkunjung ke rumah. Kebetulan ketika itu hanya ada aku dan Bude Lina di rumah. Sedangkan Pakde Atmo sudah hampir dua minggu belum pulang juga. Katanya Pakde Atmo pergi ke Kalimantan untuk urusan kantor dan ada proyek besar di sana.
Anehnya, kedatangan Tanti disambut oleh Bude Lina dengan wajah yang tidak menyenangkan. Tanti merasa agak kecewa dengan tanggapan Bude Lina yang cemberut itu. Lebih lagi ketika aku ingin mengantar Tanti pulang, wajah Bude Lina tambah masam sehingga aku sendiri mengurungkan niatku.
        " Siapa cewek itu Bud?" tanya Bude Lina dengan ketusnya.
        " Ooh, itu tadi teman kuliah ku di kampus," aku menjelaskan. Saat itu Bude Lina tidak bertanya lagi dan dia malah langsung masuk ke kamarnya. Aku jadi heran dengan sikap Bude Lina.
Aku termenung sendiri dalam kamar, kenapa Bude Lina bersikap seperti itu. Sampai aku tidak sadar kalau waktu sudah malam. Selesai aku menyeleaikan tugas kuliahku di dalam kamar, aku beranjak ke kamar mandi sekedar mencuci muka seperti biasa bila hendak berangkat tidur.Tapi ketika aku melewati ruang tengah, aku terkejut melihat Bude Lina ternyata masih duduk di ruang tengah sendirian sambil menonton TV.
Dia memandangku sebentar. Kemudian aku masuk ke kamar mandi. Baru saja aku hendak kembali ke kamar, dia memnaggil pelan.
        " Bud, kesini sebentar," kata Bude Lina memanggilku.
        " Duduk Bud."
          Aku  kemudian duduk berhadapan dengannya.
        " Ada perlu apa Bude?" 
        " Kamu belum tidur?"
        " Belum Bude," kataku santai
        " Maksud Bude, aku mau ngajak kamu temenin Bude ngobrol di sini. Malam ini rasanya sepi sekali."
        " Bude belum ngantuk?" tanyaku berbasa-basi.
        " Malam ini Bude susah tidur, mata Bude susah sekali dipejamkan."
        " Ya mungkin saja lagi rindu sama Pakde Atmo, " aku mencoba menggodanya.
        " Ach...bisa saja kamu Bud, " Bude Lina tersenyum memandang wajahku. Aku menundukan kepala karena aku malu dipandangnya.
        " Tapi , maaf lho Bude, memang rasanya rumah ini begitu sepi ya.." aku mencoba mencairkan suasana.
        " Kamu, Bud, juga merasakannya ya?"
         Aku hanya diam. Bude Lina memandangku dengan pandangan tajam, membuat aku tidak berani menatapnya. Perlahan Bude Lina bangkit dari duduknya dan menghapiriku. Aku kaget setengah mati ketika tangannya memegang pundakku dari belakang. Bukan itu saja yang dia lakukan, bahkan dia memelukku dari belakang. Aku jadi salah tingkah dibuatnya.
        " Jangan begitu Bude," kataku gemetar karena baru pertama kali ini aku dipeluk oleh seorang wanita. Aku mencoba melepaskan tangannya.
        " Jangan Bude, nanti kalau dilihat si mbok bisa berabe."
        " Dia kan sudah tidur pulas," terdengar nafas Bude Lina seperti seekor kuda betina yang sedang berpacu, terasa hangat meniup wajahku. Aku seperti budak saja pada malam itu dan tidak bisa berbuat apa-apa. Namun aku tetap sadar. Dengan lembut aku mencoba melepaskan pelukannya itu. Segera aku berdiri dan sesaat kemudian aku memandang wajah Bude Lina. Kulihat perasaan kecewa dari sorot matanya.
        " Maafkan saya Bude. Saya telah mengecewakan Bude."
          Bude Lina tak berkata apa-apa lagi. Dia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Malam itu perasaan ku menjadi kacau dan tidak menentu, sehingga aku susah tidur. Aku gelisah membayangkan kejadian barusan. Hampir saja aku khilaf, aku tidak tahu apa yang bakal terjadi. Padahal, sejujurnya aku juga merasa kecewa. Entah kecewa karena apa. Sikap Bude Lina begitu lembut, masih tetap terbayang.
          Esok harinya aku kembali masuk kuliah. Sebelum berangkat, terlebih dahulu aku memberitahu Bude bahwa mungkin aku pulang agak malam.
        " Saya berangkat dulu Bude, mungkin pulangnya agak malam karena ada kegiatan di kampus."
        " Iya, hati-hati ya Bud," katanya dengan senyum yang mempesona. Aku segera melangkahkan kakiku menuju jalan. Tak kuat aku lama-lama memandang wajah Bude Lina yang melankolis.
          Ketika pulang agak larut malam itu, rumah tampak sepi sekali. Aku melihat jam yang melingkar di pergelangan tangaku, ternyata sudah pukul sebelas malam. Aku segera masuk ke dalam rumah. Di ruangan tengah lampu hanya remang-remang. Langkahku terhenti ketika pemandanganku terbentur sosok tubuh Bude Lina di sofa. Perlahan aku mendekatinya. Nafasku terasa turun naik ketika aku melihat paha putih Bude Lina yang terangkat keatas. Karena baju tidur yang dipakainya sangat tipis sehingga aku melihat sangat jelas dia tidak memakai bra dan juga tidak memakai celana dalam. Jantungku mendadak berdebar sangat kencang. Tubuhku gemetar tidak menentu ketika menyaksikan pemandangan yang begitu indah dan menakjubkan. 
Aku mencoba membangunkan Bude Lina yang tampak terlelap. Namun niatku untuk membangunkan kuurungkan. Tubuhku tambah gemetar tidak karuan. Akhirnya kubiarkan saja Bude Lina tetap tertidur di sofa tersebut. 
            Baru saja aku hendak meninggalkannya untuk satu langkah ke depan, tiba-tiba tanganku disambar Bude Lina dan menarikku ke arahnya. Aku kaget setengah mati. Sambil membalikkan tubuhku, kulihat Bude Lina memandangku dengan senyum yang menawan. Perlahan dia menarik tanganku hingga aku lebih dekat lagi dengannya. Akhirnya aku rebah diatas tubuh Bude Lina. Dan, sebelum aku sempat bereaksi apa-apa, Bude Lina sudah menarik kepalaku ke arahnya lalu mengulum bibirku dengan penuh nafsu.
Bude Lina menciumku dengan mengebu-gebu dan bertubi-tubi, hingga aku sendiri tidak bisa berkata apa-apa.
Sesaat kemudian, ciuman-ciuman Bude Lina mampu membuatku melambung ke angkasa. Selanjutnya, tidak cuma Bude Lina yang mencium bibirku, aku pun sudah membalas mencumbunya. Bude Lina merintih dan mendesah. Justru rintihan dan desahan Bude Lina itu yang membuat nafsu birahiku melambung naik ke kepala, hingga akal sehatku sudah tidak jalan lagi. Yang ada adalah letupan nafsu birahi yang dasyat.
           Maka, hal yang kutakutkan itu pun akhirnya terjadi begitu saja. Aku sudah melanggar pagar ayu, Budeku yang mestinya kujaga ketika Pakde sedang berada di luar kota. Apa yang harus dikata ?
Semua sudah terlanjur terjadi. Sesaat kemudian, Bude Lina menatapku dekat sekali. " Kamu luar biasa, Budi. Luar biasa, Bude bahagia sekali......."
           Aku mencium kening Bude Lina. Dia membalas mencium bibirku, lembut. Aku menyambutnya. 
Malam itu, kami menyelesaikan lima ronde hingga menjelang pagi. Bude Lina tersenyum-senyum setelah menerima kepuasan bathin dariku. Dan sepertinya hasrat Bude Lina pada malam itu benar-benar terkabul sepenuhnya, setelah sekian lama tidak tersentuh oleh tangan laki-laki.
           Hari-hari selanjutnya, kami isi dengan permainan cinta yang membara. Setiap ada kesempatan, kami selalu melewatkannya dengan bercinta. Di kamar Bude, di kamarku, di dapur, di kamar mandi, di ruang tamu, bahkan di garasi pun kami lakukan hal itu.Bude Lina sekarang kelihatan cerah sekali wajahnya. Apakah itu berarti diriku telah membahagiakan Bude Lina ? Aku sendiri kemudian sulit keluar dari jeratan cinta membara yang diberikan Bude Lina. Karena setiap kali Bude Lina mengajakku untuk memuaskan nafsunya itu, aku tidak bisa dan tak mau menolaknya. Aku sendiri sepertinya sudah terjebak ke dalam kobaran api cinta yang gila dan aku menikmatinya. Tidak hanya di rumah kami melakukannya. Kami bahkan sekali-kali sengaja melakukannya di hotel.
            Lama kelamaan, aku merasa tak bisa lagi dipisahkan dari Bude Lina. Sementara Bude Lina sendiri mengaku sudah jatuh cinta kepadaku. Kami seakan sudah tak bisa terpiahkan lagi. Padahal, Bude Lina adalah istri Pake Atmo, Oom ku sendiri. 
          Sampai pada akhirnya, aku lulus kuliah dan Pakde Atmo hampir mengetahui perbuatan kami. Aku pun sadar dan memilih meninggalkan Bude Lina yang kucintai, untuk mencari kehidupan baru dengan alasan untuk mencari kerja dan hidup mandiri.
          Sekarang, aku bekerja di Jakarta, kenangan dengan Bude Lina tak dapat aku lupakan karena inilah pengalaman pertamaku dalam bercinta.
          Bagi pembaca, khususnya wanita, tante atau yang lainnya, kritik dan saran serta pengalaman hidup sekiranya dapat berbagi denganku.

Selesai.. 

Rabu, 10 Februari 2010

Pentingnya Foreplay

Menurut pakar hubungan kenamaan asal Amerika, Dr. Phil, rata-rata pria membutuhkan waktu 2,8 menit dari awal terangsang hingga terjadinya ejakulasi. Sementara bagi wanita, dibutuhkan waktu 14 menit dari awal terangsang hingga terjadinya orgasme.
Karena inilah pria cenderung to the point saja dalam hal melepaskan "tembakannya". Sementara kadang wanita duduk termangu dan tak terpuaskan ketika si pria sudah terkulai lemas atau tertidur di sisi istri. Maka dari itu, ide untuk foreplay ini sangat penting bagi wanita agar bisa mencapai puncak bersama sang suami, dan tak merasa ditinggalkan. Diperlukan kesadaran, toleransi, dan kesabaran dari suami untuk mau mengiring Anda mencapai puncak.

Foreplay bisa mencakup banyak kegiatan, termasuk pelukan, memanjakan, membuka kancing baju satu per satu, berciuman, menjilat, menghembuskan nafas di kuping, bermain-main di kuping, memberikan gigitan-gigitan kecil, bahkan seks oral. Tak ada urutan pasti apa yang harus dilakukan saat melakukan foreplay. Intinya hanyalah untuk mengerti apa yang membuat Anda merasa nyaman, dan memberikan Anda sentuhan-sentuhan atau stimulasi yang membawa Anda mendapatkan kenikmatan. Cara mendekati setiap wanita (juga pria) berbeda, namun yang pasti semua harus berawal dari otak. Wanita akan merasa tersipu dan senang jika si pria memujinya. Bisa dengan mengatakan betapa cantiknya Anda, betapa seksinya, atau harum rambutnya. Wanita akan merasa lebih percaya diri ketika penampilannya dipuji.

Mengapa pemanasan penting? Pria yang senang memeluk dan mencium tubuh dan wajah istrinya mengetahui bagaimana menikmati sensitifnya pemanasan akan mengantarkan pasangannya untuk menikmati senggama lebih baik, plus akan membuat istri mencapai orgasme lebih mudah. Kebanyakan wanita perlu stimulasi rangsangan lebih lama untuk bisa mencapai titik kenikmatan, dan pemanasan adalah jalan menuju ke sana.

Untuk mempelajari pentingnya pemanasan, Anda harus pandai-pandai mengatur mood. Langkah pertama adalah dengan memperhatikan detil-detil romantisnya. Menciptakan situasi tepat untuk bercinta penting dilakukan, khususnya ketika usia pernikahan sudah mencapai usia dewasa. Contohnya, dengan menciptakan ruangan hangat, cahaya temaram, dan seprai baru yang bersih dan wangi. Ketika suasana sudah membuat Anda merasa nyaman, mulailah beraksi dengan saling membuka pakaian dengan sesekali menghujani Si Dia dengan ciuman-ciuman menggemaskan. Mainkan jari-jemari Anda. Banyak pasangan mengakui ritual menelanjangi pasangan perlahan-lahan menimbulkan erotisme, menstimulasi, dan membuat suasana semakin mendebarkan. Kebanyakan pria senang untuk langsung menuju "titik pusat bagian bawah". Sementara wanita menyukai jika pasangan membuatnya merasa cantik dengan pujian-pujian, serta ciuman di sekujur tubuhnya. Maka, jangan ragu untuk memberitahunya apa yang Anda sukai, bisa dengan bisikan-bisikan tentang bagian apa pada tubuh Anda yang ingin disentuh atau dicium.
Pemanasan adalah waktu yang tepat untuk Anda dan pasangan saling mengeksplorasi gerakan-gerakan yang merangsang diri masing-masing. Jangan malu, tanyakan feedback, beri pujian jika usahanya untuk membuat Anda terangsang ternyata sukses. Atau katakan betapa Anda menyukai gerakan-gerakan yang dulu sering ia lakukan namun sekarang sudah jarang. Pasangan akan mendapatkan keuntungan dengan saling terbuka dan berkomunikasi selama pemanasan dan ketika bercinta. Sebagai aturan pokok, jika secara seksual ia merasa terpuaskan, dia juga akan memastikan Anda merasakan hal yang sama. Ingatlah, latihan membuat segalanya lebih baik.
C6-09

"Foreplay", Sayang Bila Terlewat...

Mayoritas pria berpendapat, mereka belum melakukan hubungan seks bila tidak terjadi penetrasi penis ke vagina. Tak heran bila kebanyakan pria selalu ingin menuju "menu utama" dan melupakan "appetizer", bahkan meski mereka tahu foreplay adalah hal yang wanita inginkan.

Menurut psikiater, Mark Epstein, MD, kebanyakan pria masih takut pada tubuh wanita. "Tak semua pria berani mengeksplorasi seksualitas perempuan karena hal itu adalah sesuatu yang sempurna," kata penulis buku Open to Desire: Embracing a Lust for Life.

Selain itu, Epstein berpendapat, ada alasan lain yang menyebabkan banyak pria melewati sesi foreplay sebelum bercinta. "Kebanyakan pria takut kehilangan ereksinya," kata dia. Ketakutan akan "yunior" yang tiba-tiba melempem kembali begitu mendominasi isi kepala pria saat bercinta.

"Bila pria sudah ketakutan ereksinya hilang, mereka jadi malas melakukan foreplay atau melakukannya secara singkat karena ingin menuju permainan utama," kata Louanne Cole Weston, PhD, terapis seks dan konsultan perkawinan dari California, AS.

Para pria tersebut, menurut Weston, menganggap hubungan seksual seperti sebuah pertandingan yang dinilai dari tingkat kekerasan ereksi dan durasinya. "Padahal, bila seorang pria mampu membuat pasangannya merasa diinginkan dan dicintai dengan tulus, ia tak akan peduli pada seberapa keras ereksi Anda," tuturnya.

Sebenarnya tak sulit untuk memancing gairah seksual wanita sekaligus membuatnya merasa dicintai. Sentuhan kecil nan menggoda disertai pujian manis (misalnya mencium lehernya sambil mengatakan betapa Anda bangga punya istri secantik dirinya) akan membuat hatinya hangat dan merasakan kedekatan yang sangat personal.

"Undangan cinta" untuk pasangan juga bisa dilakukan sambil menstimulasi titik-titik peka di tubuhnya. Cara terbaik untuk menikmati momen foreplay adalah dengan membiarkannya semua berlangsung secara alami. Berkonsentrasilah saat menyentuh pasangan. Memasang target harus bisa membuat pasangan orgasme berganda atau target bercinta sekian menit hanya akan mengacaukan konsentrasi.

"Beberapa menit ekstra untuk menyenangkan pasangan adalah nilai plus bagi pria. Lupakan dulu adegan quickie seks seperti di film, memang terlihat menggairahkan, tapi seks terburu-buru justru membuat wanita frustasi," kata Weston.

Selasa, 09 Februari 2010

Gerakan "Foreplay" yang Disuka Wanita

Untuk para pria, ketahuilah kunci utamanya, foreplay! Untuk para wanita, artikel ini bisa Anda gunakan untuk mengenali apa yang benar-benar membuat Anda terangsang. Semakin Anda mengenal diri dan tubuh Anda, makin mudah Anda mencapai the big O. Sekaligus, Anda bisa membimbing suami untuk membawa Anda ke langit ke tujuh.
Anda pasti sudah paham, bahwa wanita sangat suka foreplay (pemanasan). Namun, yang kemungkinan terbesar belum Anda ketahui adalah, wanita tidak bisa secepat pria untuk turn on. Wanita perlu tahap-tahap. Ada titik-titik erotis wanita yang sudah dipahami pria, misalnya di puting payudara atau pun daerah kemaluan. Tetapi, kedua titik tersebut tidak bisa dirangsang secara langsung. Dalam artian, karena butuh tahapan, titik-titik tersebut bisa dibilang justru seharusnya disentuh di saat akhir foreplay. Karena, ketika wanita belum benar-benar terangsang (yang ditandai dengan jantung berdebar kencang), bagian sensitif tersebut justru sakit jika disentuh.
Wanita ingin merasa cantik dan dikagumi sekujur tubuhnya. Maka, hal yang rasional jika mengharapkan pria mampu mengagumi tubuh Anda secara keseluruhan, termasuk pikiran Anda. Foreplay yang paling disukai wanita tak melulu berkaitan dengan usaha yang dilakukan dengan tangan atau mulut. Berikut adalah gaya-gaya foreplay yang disukai wanita hasil penelusuran Askmen.com. Bagi para pria, jika mau melakukannya, lakukan sepenuh hati untuk memenangi hati istri Anda.


1. Gaya jaman SMA
Masih ingat jaman-jaman pacaran dulu? Ketika ingin mencium pacar harus dilakukan sembunyi-sembunyi? Rasa deg-degan takut kepergok orang rumah ketika sedang berciuman di sofa ruang tamu menjadi saat-saat yang menyenangkan. Berciuman di sofa membuat tekanan untuk tampil seksi dan bersiap bercinta terlepas. Wanita jadi lebih rileks dan menikmati momen tersebut. Wanita juga senang digoda. Berciuman sambil meraba tubuh istri di sofa selama beberapa saat tanpa ada tendensi untuk memulai aksi bercinta justru akan membuatnya semakin terangsang. Istri akan merasa bahwa Anda sedang menggodanya, tetapi tanpa ada aksi untuk membuka pakaian, sehingga lama kelamaan si istri akan penasaran.
 
2. Spontan
Sentuhan-sentuhan yang dilakukan di tempat umum, yang Anda dan dia sama-sama tahu tak akan mungkin dilakukan di sana, terasa sangat menggairahkan. Misal, menyenggol bagian dadanya diam-diam saat nonton di bioskop. Atau menyentuh bagian bokongnya ketika sedang mencari buku di toko buku yang sepi. Kuncinya, buat si istri terangsang sedikit lalu berhenti. Karena ia tahu Anda tak bisa bercinta di sana, maka si istri akan membayangkan untuk bercinta dengan Anda. Bersiaplah untuk mendapatkan seks hebat ketika Anda sampai di rumah.
 
3. Ciuman dahsyat
Ciuman yang lama, basah, ada jilatan, hisapan, dan lainnya membuat wanita terangsang. Mengapa? Karena kegiatan ini seperti miniatur seks untuk wanita. Peningkatan jumlah air liur sering dikaitkan dengan rangsangan, semakin basah, makin baik. Namun, ingat untuk main rapi. Jangan sampai berantakan dan basah ke seluruh wajahnya, karena hal itu menjijikkan dan bikin turn off.
Anda perlu untuk menikmati ciuman yang lama dan mendalam seperti ini. Imbangi kekuatan dan kecepatannya. Jangan terlalu keras mendorong ke dalam mulut atau bibirnya, jangan juga terlalu cepat menggeliat di dalam mulutnya. Ketimbang berciuman 2 detik hanya untuk memulai seks, sesekali berciuman untuk menikmati momen bersamanya juga bisa jadi hal yang menggairahkan.

4. Pijatan
Ketika si istri sudah tidur menelungkup, ingatkan diri Anda untuk tidak langsung menyentuh daerah-daerah rangsangan. Mulailah untuk memijat bagian pundaknya, buat si istri benar-benar merasa nyaman dan rileks. Si istri akan berpikir bahwa Anda memang ingin membuatnya nyaman, dan hal ini akan membuatnya terangsang dan menikmati sentuhan Anda. Tetapi, jangan biarkan si istri sampai tertidur. Pijatan yang enak bisa dengan mudah membuat wanita yang kelelahan jatuh terlelap. Trik untuk membuat sesi pijatan Anda sensual adalah dengan sesekali berhenti untuk menjilat bagian-bagian tubuh atau menciumnya. Jangan hanya memusatkan pijatan di bagian punggung, pijatlah seluruh bagian tubuhnya hingga kaki. Pijat dengan seluruh telapak tangan, dan nikmati lekuk tubuhnya. Seluncuri lekuk-lekuk tubuhnya dengan telapak tangan yang sudah dibasahi minyak pijat secukupnya.
Gunakan minyak pijat dalam jumlah yang cukup untuk menutup gesekan antara telapak tangan dan kulitnya saja. Terlalu banyak akan membuat kulitnya panas dan lengket. Hati-hati jika akan menggunakan kondom saat menggunakan minyak pijat, karena bisa merusak kondom.  
Tempat terakhir untuk memijat adalah bokongnya. Pijatan pada bokong adalah hal yang enak untuk wanita. Ketika Anda sudah mulai, bisa jadi istri Anda akan minta lagi. Hal termudah untuk menstimulasinya untuk bercinta adalah dengan memijat bokongnya. Sesekali, mampirlah ke bagian paha dalamnya. Tanpa benar-benar menyentuh atau memijat bagian tersebut akan membuatnya tergoda dan membangunkan gairahnya.

5. Ciuman di leher
Bagian leher wanita jauh lebih sensitif ketimbang pria. Ini adalah hal yang bagus untuk para pria yang tak tahu harus mulai dari mana untuk memulai bercinta dengan istrinya. Aturan utamanya adalah untuk berlaku sensual dan perlahan. Kombinasikan ciuman yang lembut dan keras, pertahankan kecepatannya. Ciuman di bagian belakang leher dijamin membuatnya terangsang, dan ketika ia berbalik arah, maka Anda tahu ia ingin lebih dari Anda. Bagian belakang leher dan pundaknya adalah titik-titik yang mampu merangsangnya. Lanjutkan ke bagian sisi lehernya, lalu naik ke telinganya. Hembuskan perlahan napas Anda di telinganya. Ciuman hangat di leher bagian depan akan memberikan kesan yang membawanya ke kenikmatan. Ketika ia mulai melenguh nikmat, tandanya ia sudah hampir “panas”. Saat Anda melakukan hal ini jangan lupa untuk mendekapnya erat. Wanita suka dipeluk erat oleh lengan kekar seorang pria.
 
6. Tanpa sentuhan
Otak adalah bagian seksual yang paling besar dari tubuh seseorang. Jika Anda paham konsep ini, maka Anda bisa menggunakan hal ini sebagai keuntungan Anda. Beri rangsangan tanpa sentuhan lewat cerita erotis, atau menceritakan apa yang ingin Anda lakukan padanya lewat telepon, menuliskan surat erotis lalu memasukkannya ke buku agendanya, atau SMS, atau e-mail. Jika Anda bisa membuatnya “basah” sebelum Anda menyentuhnya, maka Anda sudah berada di jalur yang benar. Jangan sampai menuliskan hal-hal yang terlalu vulgar, biarkan istri Anda berimajinasi seluas-luasnya.
Sebenarnya, segala jenis foreplay asalkan bisa membuat wanita terangsang dan turn on cukup baik untuk wanita. Jadi, jangan malu untuk kreatif dalam hal foreplay.

Jangan Lupakan "Foreplay", Bung!


Ketika bicara tentang memuaskan hasrat di ranjang, pria dan wanita jarang bicara secara sejajar. Pria cenderung tancap gas menuju garis finis, melupakan pasangannya yang mesinnya belum dipanaskan. Sebelum membayangkan kenikmatan yang didapatkan, ada hal yang tak boleh terlewat bagi kaum wanita, yakni foreplay (pemanasan).

Mengapa foreplay menjadi penting? Karena hanya dengan memikirkan seks organ vital pria dapat langsung ereksi. Akan tetapi, tidak demikian halnya untuk wanita, hanya menginginkan seks saja belum cukup. Lewat foreplay, tidak hanya fisik yang akan terangsang, tetapi juga secara emosional sehingga pikiran dan tubuh seorang wanita menjadi siap untuk permainan utama.

"Wanita butuh waktu lebih lama untuk terangsang, apalagi untuk mencapai orgasme. Karena itu, foreplay sangat penting," kata Dr Ruth Westheimer, psikoseksual terapis dan profesor di New York University.

Pemanasan juga dibutuhkan karena membantu klitoris mengembang. "Seperti karateristik pada penis, saat terangsang sirkulasi darah akan lebih lancar menuju klitoris. Agar bisa mencapai orgasme, selain lubrikasi pada vagina, juga dibutuhkan kondisi 'tegang' pada klitoris," papar Westheimer.

Namun, di luar mekanisme biologi, Westheimer mengatakan, secara khusus tiap wanita butuh kenyamanan emosional bahwa pasangannya bercinta dengannya karena memang mencintainya. Menit demi menit yang dilewatkan selama foreplay bisa menjadi ajang penyampaian isi perasaan tadi. Bentuknya tak harus lewat kata-kata, tapi bisa juga melalui sentuhan, tatap mata, atau bisikan lembut.

Cobalah..dan jangan lupakan....

Minggu, 07 Februari 2010

ForePlay sebelum melakukan..

 "Cynthia terkadang merasa kecewa terhadap suaminya. Belum lagi ia mencapai "puncak" pada hubungan intim mereka, suaminya sudah "selesai". Purnomo, suaminya, sudah melepaskan pelukannya, bahkan tertidur mendengkur. Keadaan ini membuat Cynthia putus asa , justru ketika ia merasakan gejolak gairahnya baru mulai meningkat, Purnomo sudah mencapai "puncak' dengan caranya sendiri."

Demikian halnya dengan Hadi. seorang suami ia sering merasa kecewa terhadap istrinya.
Sebab tak jarang terjadi, ia belum mencapai "puncak" hubungan intimnya, Mimi istriya sudah memintanya berhenti. Dan Hadi hanya bisa menahan kecewa, dengan bersikap seolah-olah ia juga sudah puas sebagaimana istrinya


Apa penyebab dari faktor ini ?
Pertanyaan ini yang selalu mengganjal dalam pikiran Robert Flemings, sehingga ia melakukan penelitian yang mendalam tentang faktor penyebab dari kekecewaan yang tidak perlu ini. Sebab mestinya suami istri harus sama-sama pada kondisi puncak ketika melakukan hubungan intim. Dalam arti bahwa kedua pasangan sama-sama puas, dan bukan yang satu puas sementara yang lainnya kecewa.

Menurut Robert Flemings, seorang konsultan perkawinan dari Kopenhagen, umumnya gejala-gejala demikian menunjukan kepuasan yang pincang. Artinya pihak laki-laki merasa puas, sementara istrinya merasa kecewadan tidak puas. Kemungkinan sebaliknya bisa juga terjadi.

Seperti kasus Mimi. Sebagai istri, diam-diam ia merasa kurang suka dengan"permainan" Hadi diatas ranjang. Maka tak heran bila dalam seminggu hanya sekali ia mau melayani suaminya. Selebihnya ia mencari berbagai dalih untuk menghindari permintaan Hadi yang menggebu-gebu. Ketika diusut oleh teman dekatnya, ternyata jawaban Mimi sangat mengejutkan.

Sesungguhnya Mimi sendiri merasa keinginan untuk berhubungan intim cukup tinggi. Dan Mimi juga ingin merasakan "puncak kenikmatan" hubungan intimnya, tapi semua itu ditekannya saja, lantaran Mimi sering kecewa dengan permainan suaminya yang monoton. Hadi tidak pernah memahami keinginannya yang terpendam. Ketika mereka berada di peraduan, Hadi biasanya langsung main "terjang" tanpa berusaha memperhatikan keinginan istrinya.

Sialnya, Mimi tidak mengungkapkan hal ini. Mimi " tidak mampu" mengatakan letupan keinginannya. Mimi hanya pasrah saja membiarkan suaminya "menjarah" kenikmatan dalam bercinta. Kondisi seperti ini mestinya tidak perlu terjadi kalau keduanya saling membuka diri dan berdialog satu sama lain.

Mengamati kasus Mimi dan Hadi, tentu saja kita bisa menyimpulkan bahwa suasana dan permainan cinta hendaknya lebih variatif dan tidak monoton. Artinya bila hubungan biologis itu dilakukan secara rutin dan monoton, tanpa variasi jenis memang dapat menimbulkan kejenuhan dan menurunkan tingkat kepuasan sampai pada perasaan kecewa pada salah atu pihak.

Bila kekecewaan ini dibiarkan terpendam dan berkepanjangan, akan menimbulkan berbagai keluhan baik psikis maupun fisik. Oleh karena itu selayaknya suami istri selalu mencoba pengalaman-pengalaman baru dan mengeksplorasikan dalam bentuk variasi.
 
Perlunya Foreplay.  
Dari contoh kasus kehidupan ranjang pasangan Hadi - Mimi dan Cynthia - Purnomo, maka jelas sangat diperlukan berbagai variasi. Salah satunya yang banyak dilakukan pasangan suami istri adalah tahap permainan awal ( Foreplay ) atau bisa juga bisa disebut sebagai tahap pemanasan
( warming up ) sebelum melakukan hubungan intim.

Tahap pemanasan ini sangat penting sekali bagi suami istri, sebagai salah satu upaya agar pihak istri maupun pihak suami dapat mencapai "puncak". Sebab bila langsung saja dilakukan dengan mesra, maka dalam waktu yang relatif singkat pihak suami yang cepat mencapai ejakulasi, sementara si istri belum "apa-apa". Hal ini tentu saja menimbulkan kekecewaan terus menerus, pada salah satu pihak. Padahal bila seorang istri mengalami kekecewaan terus menerus, lambat laun kegairahannya kian menurun dan lama-lama menjurus kepada frigit (dingin).

Adapun masalah yang sering dihadapi, sebagaimana juga yang kita alami, ialah rasa enggan pihak istri untuk melakukan permainan oral sebagai permainan tahap awal. Padahal inilah salah satu variasi yang dapat membantu mempercepat proses mencapai "puncak".
Bila salah satu pihak mengemukakan alasan jijik, malu dan tidk etis, karena itu hendaknya satu sama lain harus selalu menjaga kebersihan dirinya. Untuk mengatasi hal seperti ini, sebaiknya mulai dibicarakan dengan pasangan kita.
Gaya yang bagaimana yang dapat membangun dan membangkitkan gairah anda dan pasangan tercinta. Siapa tahu, permainan dengan variasi baru bisa merangsang kita yang selama ini merasa lambat atau dingin.

Nah, jangan enggan untuk mencoba mengeksplorasikan sesuatu yang baru.
Sebab yang baru itu memang penuh daya tarik dan daya rangsang.

Selamat mencoba..***